Monday, October 21, 2024

Therapy Equipment - Treadmill - By Rafi & Ryan

 

 

TREADMILL

 


I.  APA ITU TREADMILL?

Treadmill adalah alat olahraga yang umum digunakan di pusat kebugaran seperti gym, namun semakin banyak orang yang memilih untuk memiliki alat ini di rumah. Fungsinya memungkinkan pengguna untuk berjalan atau berlari di tempat tanpa perlu berpindah lokasi. Treadmill dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, termasuk berjalan santai dan jogging.

Alat ini tersedia dalam berbagai jenis, mulai dari model yang hanya memiliki satu fungsi hingga yang multifungsi. Treadmill juga menawarkan berbagai metode penggunaan, termasuk manual, magnetik, dan elektrik. Dengan kemampuannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, treadmill menjadi pilihan yang fleksibel bagi mereka yang ingin tetap aktif, terlepas dari kondisi cuaca atau waktu.

 

II.    PENGGUNAAN TREADMILL SEBAGAI ALAT TERAPI


Treadmill menawarkan berbagai keuntungan sebagai alat fitness, antara lain:

·         Selain sangat efektif untuk melatih sistem kardiovaskular, treadmill juga membantu membakar lemak dan membentuk tubuh menjadi lebih ramping. Berlatih di treadmill setara dengan berolahraga di luar ruangan; jika dilakukan secara teratur dan dengan porsi yang tepat, latihan ini dapat meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh serta membentuk fisik yang lebih atletis. Dengan treadmill yang berkualitas, kita dapat menyesuaikan latihan sesuai kebutuhan, seperti berjalan santai, berjalan cepat, jogging, atau berlari dengan kemiringan. Pengguna dapat mengatur tingkat kesulitan sesuai dengan keinginan dan kemampuan masing-masing.

·         Treadmill sangat ideal bagi mereka yang memiliki ruang terbatas dan tidak memiliki cukup waktu untuk pergi ke gym. Alat ini dapat digunakan oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki berbagai kondisi fisik, seperti individu yang pernah mengalami cedera punggung, lutut, atau pergelangan kaki yang lemah. Treadmill mengurangi tekanan pada sendi, berbeda dengan saat berolahraga di luar.

·         Treadmill dilengkapi dengan fitur pemantauan detak jantung, penghitungan kalori yang terbakar, serta pencatatan kecepatan dan jarak tempuh. Alat ini sangat cocok untuk orang yang ingin menurunkan berat badan berlebih dan juga dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang.

 

III.     PENGGUNAAN ALAT TREADMILL

Treadmill dapat digunakan oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki berbagai kondisi fisik, seperti individu yang pernah mengalami cedera punggung, cedera lutut, atau memiliki pergelangan kaki dan lutut yang lemah. Hal ini disebabkan oleh kemampuan treadmill untuk mengurangi tekanan pada sendi, berbeda dengan berolahraga di luar ruangan.

Treadmill biasanya dilengkapi dengan fitur untuk memantau detak jantung, menghitung kalori yang terbakar, serta mencatat kecepatan berjalan atau berlari dan jarak yang telah ditempuh.

Alat treadmill sangat ideal bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan berlebih dan juga dapat membantu meningkatkan kepadatan tulang.

 

IV. TES TOLERANSI LATIHAN MENGGUNAKAN ALAT TREADMILL

Tes Toleransi Latihan (ETT) adalah prosedur yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung selama latihan fisik, yang berfungsi untuk menilai peningkatan kebutuhan oksigen pada jantung. Selama tes ini, pasien dapat melakukan aktivitas seperti berjalan di treadmill, bersepeda statis, atau naik turun tangga. Latihan dilakukan dengan meningkatkan kecepatan berjalan atau menambah kemiringan treadmill serta meningkatkan beban pada sepeda statis secara bertahap. Selama proses latihan, pemantauan dilakukan terhadap elektrokardiogram (EKG), detak jantung, dan tekanan darah untuk analisis lebih lanjut.

Tes Toleransi Latihan (ETT) dilakukan untuk mendeteksi kelainan jantung secara dini dalam beberapa kondisi berikut:

1. Aterosklerosis Koroner: Penyakit ini menyebabkan gejala dan komplikasi akibat penyempitan lumen arteri, yang menghambat aliran darah ke jantung. Ketidakcukupan suplai darah (iskemia) mengakibatkan sel-sel otot kekurangan komponen darah, dengan nyeri dada sebagai manifestasi utama. Aktivitas fisik dapat memicu nyeri angina karena meningkatnya kebutuhan oksigen jantung. Diagnosis dapat ditegakkan melalui tes stres, terutama dalam kasus ischemia yang tidak terdeteksi secara jelas, di mana pasien tidak menunjukkan gejala meskipun ada bukti ischemia.

2. Faktor Risiko Penyakit Arteri Koroner: Riwayat kesehatan pasien dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko, yang dibagi menjadi dua kategori: faktor yang tidak dapat diubah (seperti riwayat keluarga, usia, jenis kelamin, dan ras) dan faktor yang dapat diubah (seperti kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kadar glukosa darah, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan penggunaan kontrasepsi oral). Diagnosis dini diperlukan untuk memastikan kondisi pasien dengan riwayat tersebut.

3. Evaluasi Kemampuan Latihan: Pada pasien yang tidak dapat menjelaskan kelelahan atau sesak napas, sering kali sulit untuk menentukan penyebab perubahan dalam tubuh mereka. Untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tes stres. Fokus utama pengkajian adalah pada curah jantung dan perubahan pola EKG. Jika curah jantung menurun, jumlah oksigen yang mencapai jaringan juga akan berkurang. Penurunan oksigen ini akan memicu stimulasi saraf simpatik untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan mengurangi metabolisme sel, yang dapat menyebabkan kelelahan.

4. Mengevaluasi respon tekanan darah terhadap latihan pada pasien dengan borderline hipertensi. Tes toleransi latihan pada kasus ini digunakan untuk membedakan bahwa peningkatan tekanan darah itu disebabkan oleh rangsangan aktifitas fisik atau keadaan patologi pada system kardiovaskuler.

5. Mengidentifikasi kelainan irama jantung, berupa disritmia adalah kelainan denyut jantung yang meliputi gangguan frekuensi atau irama atau keduanya. Disritmia dapat diidentifikasi dengan menganalisa EKG. Disritmia dapat muncul, apabila terjadi ketidakseimbangan pada salah satu sifat dasar jantung. Ketidakseimbangan ini dapat disebabkan oleh aktivitas normal seperti latihan atau stress tes, hal ini terjadi karena peningkatan respon miokardium terhadap stilumus terutama syaraf simpatik yang menyebabkan peningkatan eksitabilitas.

6. Membantu mengembangkan program latihan yang aman selama rehabilitasi. Pasien yang mengalami serangan miokard infak akut dan bebas dari gejala maka program rehabilitasi aktif harus dimulai. Tujuan rehabilitasi adalah mengembangkan dan memperbaiki kualitas hidup serta mendorong aktivitas fisik dan penyesuaian fisik. Tujuan toleransi latihan dicapai melalui penyesuaian fisik, yang dilakukan untuk memperbaiki efisiensi jantung.

7. Mengevaluasi efektivitas pengobatan pada angina dan ischemic. Obat – obatan yang biasa digunakan untuk meningkatkan suplai oksigen, vasodilor , antikoagulan dan trombolitik. Nitrogliserin menyebabkan dilatasi arteri dan vena yang mengakibatkan pengumpulan darah di perifer, sehingga menurunkan jumlah darah yang kembali ke jantung ( preload ) dan mengurangi beban kerja jantung.

IV. BAGIAN-BAGIAN TREADMILL

Dikarenakan sudah banyak sekali jenis treadmill, khususnya treadmill untuk tujuan terapi, penulis akan mengambil model alat Treadmill Life Support LS 1002.



Spesifikasi & Fitur :

·         Panel control               : Indikator LED,Waktu kecepatan, penghitung kalori, penghitung detak jantung         

·         Motor                          : 1.5hp (horse power)

·         Tegangan                    : 220v/110v 50hz

·         Area lari                      : 1000 x 400 x 1.6mm

·         Kecepatan                   : 1-12.0 km/jam

·         Ukuran barang            : 116 x110 x 60 (cm)

·         Berat bersih                 : 35kg

·         Ketebalan papan lari   : 16mm

·         Berat max                    : 120kg

 

V.                PENGOPERAASIAN ALAT TREADMILL

Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum memulai latihan, hal ini untuk keamanan pasien dan keberhasila latihan.

1. Persiapan Awal

Baca Manual Pengguna: Sebelum menggunakan treadmill, baca manual pengguna untuk memahami fitur dan fungsi yang ada.

Cek Kondisi Treadmill: Pastikan treadmill dalam kondisi baik, tidak ada bagian yang longgar atau rusak.

2. Menyalakan Treadmill

Colokkan ke Sumber Listrik: Pastikan treadmill terhubung dengan sumber listrik yang sesuai.

Nyalakan Mesin: Tekan tombol power untuk menyalakan mesin.

3. Pengaturan Kecepatan

Atur Kecepatan: Gunakan tombol kontrol untuk mengatur kecepatan awal. Disarankan memulai dengan kecepatan rendah (1-3 km/jam) sebagai pemanasan.

4. Pemanasan Sebelum Berlatih

Lakukan pemanasan selama 5-10 menit sebelum mulai berlari. Ini bisa berupa jogging ringan atau gerakan peregangan untuk menghindari cedera.

5. Posisi Tubuh yang Tepat

Berdiri dengan posisi tubuh yang tegak, pandangan ke depan, dan letakkan tangan di pegangan (handrails) jika perlu. Lepaskan pegangan secara perlahan setelah mesin mulai bergerak.

6. Pengecekkan Kondisi Tubuh

Electrode dilekatkan pada area dinding dada dapat dihubungkan memakai kabel dengan electrocardiograph monitor atau dapat juga dengan menggunakan metode Telemetry (alat penangkap data yang portable yang menggunakan sistem transmisi gelombang suara dan tanpa kabel).

7. Mulai Berolahraga

Tekan tombol Start untuk memulai latihan. Sesuaikan kecepatan dan incline sesuai kenyamanan selama sesi latihan. Waktu pelaksanaan berkisar 30 – 60 menit. . Jarak tempuh ban berjalan atau sepeda statis adalah 2 – 3 mil/jam. Hal – hal yang harus diperhatikan selama pelaksanaan tes adalah : tekanan darah, heart rate, irama jantung, pernafasan, perubahan EKG, dan ketidaknyamanan pasien pada dada.

8. Pendinginan

Setelah selesai berolahraga, turunkan kecepatan secara bertahap selama 5-10 menit untuk melakukan pendinginan. Ini membantu menstabilkan detak jantung.

9. Selesai Pemakaian

Latihan dihentikan pada saat pasien merasa tidak merasa nyaman pada dada, nafas pendek, merasakan pusing, naiknya heart rate ( maksimal 85% dari rata HR ) ketidakteraturan irama jantung, perubahan pada gambaran EKG. Setelah pelaksanaan treadmill pasien akan dimonitor 10 sampai 15 menit setelah tes selesai atau setelah irama jantung kembali ke kondisi dasar.

 

VI.  PERSIAPAN SEBELUM MEMAKAI TREADMILL

1. Pasien dianjurkan untuk menggunakan sepatu olah raga bersole dari karet, celana yang nyaman, dan baju yang longgar.

2. Tidur cukup sebelum latihan, Kondisi tidak segar atau stress atau emosi akibat situasi yang menegangkan akan menyebabkan frekuensi jantung meningkat, akibat pelepasan adrenalin dan meningkatkannya tekanan darah, dengan demikian beban kerja jantung akan meningkat.

3. Tidak diinstruksikan untuk berhenti merokok, makan atau minum 4 jam sebelum latihan. Makan dan minum akan meningkatkan aliran darah ke daerah mesenteric untuk pencernaan, sehingga menurunkan ketersediaan darah untuk suplai jantung. Kondisi ini akan mengakurkan hasil stress tes.

4. Tidak makan atau minum bahan – bahan yang mengandung cafein selama 12 jam sebelum latihan. Bahan – bahan yang mengandung kafein akan menimbulkan stimulasi terhadap syaraf simpatik, hal ini akan mempengaruhi frekuensi jantung, irama, dan tekanan darah.

5. Tidak minum obat – jantung selama 1 hari sebelum test kecuali atas anjuran dokter Obat – obatan yang di konsumsi menjelang latihan akan dapat memberikan hasil yang meraguakan.

6. Jika pasien menggunakan inhaler, maka dianjurkan untuk dibawah pada saat test. Demikian juga pada pasien diabetes jika pasien mendapatkan insulin untuk mengontrol gula darah, dianjurkan dosis ½ nya pada pagi hari dan makan 4 jam sebelum latihan. Jika pasien mendapatkan pil untuk mengontrol gula darah, maka jangan minum obat sampai latihan selesai. Jika pasien dimonitor glukosanya, maka glukosa harus dicek sebelum dan sesudah latihan.

VII. IMPLIKASI KEPERAWATAN

1. Catat obat – obat yang diminum pasien dan waktu terakhir di minum.

2. Anjurkan pasien tidur cukup sebelum latihan, tidak makan atau minum selama 4 jam sebelum latihan, tidak mengonsumsi bahan – bahan yang mengandung caffein selama 12 jam sebelum latihan.

3. Jelaskan bahwa pemeriksaan untuk melihat kelistrikan jantung pada saat jantung menerima beban yang lebih tinggi.

4. Jelaskan waktu melaksanaan treadmill 30 – 60 menit.

5. Jelaskan bahwa dada, tangan, kaki pasien akan dipasang electrode yang akan di hubungkan dengan EKG atau menggunakan telemetry

6. Jelaskan bahwa pemeriksaan treadmill cukup aman karena diawasi oleh dokter atau tekniker yang mengetahui jika terjadi kondisi kegawatan.

7. Anjurkan klien untuk memakai baju yang longgar, celana yang nyaman dan sepatu yang bersol dari karet pada waktu melakukan treadmill.

8. Jelaskan bahwa pemeriksaan sama dengan berlari atau bersepeda, dimana bebannya akan dinaikkan setiap tiga menit

9. Anjurkan klien untuk memberitahu selama pemeriksaan apabila mengalami nyeri dada, nafas pendek, pusing dan yang lebih penting lagi memberi kesempatan klien untuk bertanya.



Artikel ini disusun oleh :

- Rafi Adyatma

- Ryan Andrianto Rizki

Program Studi Diploma III Teknik Elektromedis

Poltekkes Kemenkes Jakarta II



Daftar Pustaka

1. Brunner & Suddarth, ( 2002 ) Keperawatan Medical-Bedah Vol 2. Jakarta

2. Cleveland Clinic ( 2004 ) Diagnosing Heart disease : stress test. Diambil 14 Maret 2008 : www.yahoo.com/treadmill.urac’s

3. Maryland Medical Center Programs, (2001 ) Stres Test. Diambil 14 Maret 2008 www.yahoo.com/treadmill.UMHS

4. Nettina and Sandra, (1996) The Lippingcott : Manual of Nursing Practice. Sixth edition. Philadelphia Washington.

5. North Memorial Medical Center ( 2000 ) Exercise stress test ECG. Diambil 15 Maret 2008 :www.yahoo.com/healthencyclopedia

6. University of Utah Health Scienci Center. ( 2000 ) Exercise Treadmill Test. Diambil 14 Maret 2008 :www.yahoo.com/treadmill.test

7. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (2007) Aplikasi Telemetry dalam Asuhan Keperawatan pasien dengan penyakit jantung di Indonesia. Diambil 15 Maret 2008 : http://www.nurmartono.blogspot.com/

42 comments:

  1. Masyaallah sangat membantu ๐Ÿ™

    ReplyDelete
  2. Informasinya sangat bermanfaat dan sangat membantu

    ReplyDelete
  3. Terima kasih informasinya menarik ๐Ÿ™๐Ÿป

    ReplyDelete
  4. Kita jadi tahu prosedur terapi menggunakan alat ini dengan benar, terima kasih infonya๐Ÿ‘๐Ÿป

    ReplyDelete
  5. Artikel yang jelas dan lengkap, good job

    ReplyDelete

Menjamin Mutu dan Keamanan Alat Kesehatan Dengan Standar Pelayanan Elektromedik

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Halo para pegiat...