ELECTRIC BREAST PUMP
https://www.philips.co.id/id/c-p/SCF391_11/pompa-asi-elektrik-advance
A. PENGERTIAN BREAST PUMP
Breast pump adalah alat
yang dirancang untuk mempompa ASI dari payudara, sehingga ASI dapat disimpan
dan diminum oleh bayi bahkan ketika ibu tidak hadir. Ada dua tipe alat Breast
Pump, yaitu Breast Pump manual dan Breast Pump Elektrik. Namun, Dengan kemajuan
teknologi, breast pump elektrik telah menjadi pilihan favorit banyak ibu
menyusui karena keefektifannya dalam meregangkan payudara dan meningkatkan
produksi ASI. Ada beberapa keuntungan dalam menggunakan Breast Pump Elektrik
dari yang manual, seperti :
1. Kecepatan Memompa:
Pompa elektrik mampu memerah ASI lebih cepat, sehingga menghemat
waktu bagi ibu yang memiliki jadwal aktivitas yang padat.
2. Pengaturan Intensitas: Banyak model
pompa elektrik dilengkapi dengan fitur untuk mengatur kekuatan dan kecepatan
hisapan, memungkinkan ibu untuk menyesuaikan pengalaman memompa sesuai
kenyamanan.
3. Efisiensi Energi:
Dengan menggunakan tenaga listrik, pompa elektrik bekerja secara otomatis,
mengurangi usaha fisik yang diperlukan dan mencegah kelelahan pada tangan ibu
selama sesi pemompaan.
4. Model Ganda: Tersedia
dalam varian ganda yang memungkinkan pemompaan dari kedua payudara secara
bersamaan, meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk
memompa.
5. Kenyamanan Penggunaan:
Pompa elektrik cenderung lebih mudah digunakan karena tidak memerlukan tenaga
manual berkelanjutan, sehingga ibu dapat bersantai atau melakukan aktivitas
lain sambil memompa.
B. BREAST PUMP SEBAGAI
ALAT TERAPI
Alat Breast Pump Elektrik
dapat dikategorikan sebagai alat terapi karena memiliki berbagai fungsi yang mendukung kesehatan ibu
dan bayi. Berikut adalah penjelasan mengenai perannya sebagai alat terapi:
1. Mendukung Proses Menyusui :
Pompa ASI elektrik sangat berguna bagi ibu yang tidak dapat menyusui secara
langsung, seperti ibu dengan komplikasi saat melahirkan atau bayi prematur yang
tidak cukup kuat untuk menyusu. Dengan menggunakan pompa, ibu dapat memastikan
bayi tetap mendapatkan ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan
optimal.
2. Mengurangi Pembengkakan :
Ibu yang mengalami pembengkakan payudara karena produksi ASI yang berlebihan
dapat menggunakan pompa untuk mengeluarkan ASI, sehingga mengurangi
ketidaknyamanan dan risiko infeksi seperti mastitis (Kemungkinan penyebabnya
adalah saluran susu yang tersumbat atau bakteri yang masuk ke payudara).
3. Menyediakan Stok ASI :
Pompa elektrik memungkinkan ibu untuk memproduksi dan menyimpan ASI untuk
digunakan di waktu lain. Ini sangat penting bagi ibu yang bekerja atau memiliki
aktivitas di luar rumah, sehingga bayi tetap mendapatkan nutrisi dari ASI
meskipun ibu tidak dapat menyusui langsung.
C. PRINSIP KERJA ALAT BREAST PUMP
Berdasarkan Keputusan Ketua Umum
Ikatan Elektromedis Indonesia Tengang Klasifikasi alat Kesehatan Elektromedik
Berdasarkan Tingkat Teknologi Dan Risiko, Breast Pump dikategorikan sebagai
Alat Elektromedik Terapi berteknologi sederhana.
Breast Pump elektrik bekerja
berdasarkan prinsip stimulasi dan isapan yang terinspirasi oleh ritme menyusui
bayi. Alat ini dilengkapi dengan bantalan lembut yang menyesuaikan dengan
ukuran dan bentuk puting, memberikan kenyamanan saat digunakan.
Sumber gambar : https://www.philips.co.id/id/c-p/SCF391_11/pompa-asi-elektrik-advance
Alat Breast Pump memiliki mode
stimulasi yang dirancang khusus untuk mensimulasikan cara bayi menghisap saat
pertama kali menyusu. Mode ini membantu memicu refleks pengeluaran ASI atau
Milk Ejection Reflex (MER) sehingga ASI dapat mengalir lebih lancar.
Setelah proses stimulasi, pengguna dapat beralih ke mode pemompaan dengan berbagai tingkat isapan yang dapat disesuaikan hingga 16 level. Ini memungkinkan ibu untuk menemukan pengaturan yang paling nyaman dan efektif sesuai dengan kebutuhan.
D. BAGIAN-BAGIAN BREAST PUMP
Dikarenakan sudah banyak variasi alat
Breast Pump Elektrik yang telah diproduksi, penulis akan mengambil contoh alat
Breast Pump PHILIPS Avent tipe SCF391/11.
a. Bagian-bagian Unit Breast Pump :
1. Tombol ON/OFF
2. Tombol Level Stimulasi
3. Tombol Pengaturan Intensitas
4. Indikator LED
b. Aksesoris Tambahan
1.
Bantalan payudara sekali pakai
2.
Kit pemompaan ASI
3.
Unit motor (Khusus untuk penggunaan alat dengan kabel)
4.
Gelang perapat
5.
Adaptor micro-USB (untuk penggunaan alat dengan kabel)
6.
Botol Susu 4 oz
7.
Dot Aliran Lambat
8.
Tabung ASI
E.
PENGOPERASIAN BREAST PUMP
1.
Persiapan Alat
· a. Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air
· b. Dorong katup putih ke leher badan pompa sejauh mungkin
· c. Kencangkan botol ke badan pompa
· d. Tempatkan bantalan ke dalam corong badan pompa
· e. Dorong bagian dalam bantalan ke dalam corong hingga mencapai
garis indikator
· f. Tekan bantalan dengan kuat di sekeliling tepinya, pastikan
menutupi corong
· g. Letakkan diafragma silikon di bagian atas badan pompa dan
gunakan ibu jari untuk menutupnya dengan kuat
· h. Pasang tabung dan tutupnya ke diafragma silikon
· i. Sambungkan tabung ke unit alat
· j. Sambungkan adaptor micro usb ke unit motor
2.
Pemakaian Alat
· a. Pasang pelindung payudara silikon pada pompa
·
b. Tempatkan pelindung silicon
ke payudara
· c. Duduk dalam posisi tegak
· d. Atur gaya pemompaan agar bekerja dengan kecepatan yang tepat
· e. Jika dirasa sudah cukup, akhiri proses pemompaan dengan
mematikan pompa
· f. Lepaskan pelindung silikon dari payudara
· g. Gunakan tutup penyegel untuk menutup botol
F.
PEMELIHARAAN ALAT
1. Setelah penggunaan,
lepaskan semua komponen yang bersentuhan dengan ASI, seperti corong, katup, dan
wadah. Cuci dengan air sabun hangat menggunakan sikat lembut. Bilas semua komponen dengan air bersih hingga
tidak ada sisa sabun.
2. Untuk mensterilkan
aksesoris seperti dot dan botol ASI, rebus
semua komponen yang bersentuhan dengan ASI dalam panci berisi air mendidih
selama 5 menit.
3. Gunakan
kain lembut untuk membersihkan bagian luar motor dan selang. Jangan merendam
atau mencuci bagian ini dalam air.
4. Pastikan
semua komponen kering sebelum disimpan di tempat yang bersih dan terlindungi
dari debu.
5. Secara
berkala, periksa komponen seperti katup dan diafragma silikon. Jika ada
kerusakan, segera ganti untuk memastikan pompa berfungsi dengan baik.
Dibuat
oleh :
Ryan
Andrianto Rizki (P22040123054)
Praktikum Peralatan Terapi I
DIPLOMA
III Teknologi Elektromedis
Poltekkes
Kemenkes Jakarta II
informatif sekali :D
ReplyDeleteKeren sekali ryann
ReplyDeletebagus sekali👍🏻
ReplyDeletegood sangat menginspirasi
ReplyDeleteAntoo 😍
ReplyDeleteanjer
Deleteterimakasih, sangat membantu👍🏻
ReplyDeleteYG KOMEN ANTO ABSENNY GW ALFA IN SEMUA
ReplyDeletesangat membantu
ReplyDeletesangat informatif
ReplyDelete