Saturday, October 19, 2024

Therapy Equipment - Electric Breast Pump


 

 

ELECTRIC BREAST PUMP

 

 

 


https://www.philips.co.id/id/c-p/SCF391_11/pompa-asi-elektrik-advance

 

 

A. PENGERTIAN BREAST PUMP

Breast pump adalah alat yang dirancang untuk mempompa ASI dari payudara, sehingga ASI dapat disimpan dan diminum oleh bayi bahkan ketika ibu tidak hadir. Ada dua tipe alat Breast Pump, yaitu Breast Pump manual dan Breast Pump Elektrik. Namun, Dengan kemajuan teknologi, breast pump elektrik telah menjadi pilihan favorit banyak ibu menyusui karena keefektifannya dalam meregangkan payudara dan meningkatkan produksi ASI. Ada beberapa keuntungan dalam menggunakan Breast Pump Elektrik dari yang manual, seperti :

1. Kecepatan Memompa: Pompa elektrik mampu memerah ASI lebih cepat,  sehingga menghemat waktu bagi ibu yang memiliki jadwal aktivitas yang padat.

2. Pengaturan Intensitas: Banyak model pompa elektrik dilengkapi dengan fitur untuk mengatur kekuatan dan kecepatan hisapan, memungkinkan ibu untuk menyesuaikan pengalaman memompa sesuai kenyamanan.

3. Efisiensi Energi: Dengan menggunakan tenaga listrik, pompa elektrik bekerja secara otomatis, mengurangi usaha fisik yang diperlukan dan mencegah kelelahan pada tangan ibu selama sesi pemompaan.

4. Model Ganda: Tersedia dalam varian ganda yang memungkinkan pemompaan dari kedua payudara secara bersamaan, meningkatkan efisiensi dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memompa.

5. Kenyamanan Penggunaan: Pompa elektrik cenderung lebih mudah digunakan karena tidak memerlukan tenaga manual berkelanjutan, sehingga ibu dapat bersantai atau melakukan aktivitas lain sambil memompa.

 

B. BREAST PUMP SEBAGAI ALAT TERAPI

Alat Breast Pump Elektrik dapat dikategorikan sebagai alat terapi karena memiliki berbagai fungsi yang mendukung kesehatan ibu dan bayi. Berikut adalah penjelasan mengenai perannya sebagai alat terapi:

1. Mendukung Proses Menyusui : Pompa ASI elektrik sangat berguna bagi ibu yang tidak dapat menyusui secara langsung, seperti ibu dengan komplikasi saat melahirkan atau bayi prematur yang tidak cukup kuat untuk menyusu. Dengan menggunakan pompa, ibu dapat memastikan bayi tetap mendapatkan ASI yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.

 

2. Mengurangi Pembengkakan : Ibu yang mengalami pembengkakan payudara karena produksi ASI yang berlebihan dapat menggunakan pompa untuk mengeluarkan ASI, sehingga mengurangi ketidaknyamanan dan risiko infeksi seperti mastitis (Kemungkinan penyebabnya adalah saluran susu yang tersumbat atau bakteri yang masuk ke payudara).

 

3. Menyediakan Stok ASI : Pompa elektrik memungkinkan ibu untuk memproduksi dan menyimpan ASI untuk digunakan di waktu lain. Ini sangat penting bagi ibu yang bekerja atau memiliki aktivitas di luar rumah, sehingga bayi tetap mendapatkan nutrisi dari ASI meskipun ibu tidak dapat menyusui langsung.

 

C. PRINSIP KERJA ALAT BREAST PUMP

Berdasarkan Keputusan Ketua Umum Ikatan Elektromedis Indonesia Tengang Klasifikasi alat Kesehatan Elektromedik Berdasarkan Tingkat Teknologi Dan Risiko, Breast Pump dikategorikan sebagai Alat Elektromedik Terapi berteknologi sederhana. 

 

Breast Pump elektrik bekerja berdasarkan prinsip stimulasi dan isapan yang terinspirasi oleh ritme menyusui bayi. Alat ini dilengkapi dengan bantalan lembut yang menyesuaikan dengan ukuran dan bentuk puting, memberikan kenyamanan saat digunakan. 


Sumber gambar : https://www.philips.co.id/id/c-p/SCF391_11/pompa-asi-elektrik-advance

 

Alat Breast Pump memiliki mode stimulasi yang dirancang khusus untuk mensimulasikan cara bayi menghisap saat pertama kali menyusu. Mode ini membantu memicu refleks pengeluaran ASI atau Milk Ejection Reflex (MER) sehingga ASI dapat mengalir lebih lancar.

 

Setelah proses stimulasi, pengguna dapat beralih ke mode pemompaan dengan berbagai tingkat isapan yang dapat disesuaikan hingga 16 level. Ini memungkinkan ibu untuk menemukan pengaturan yang paling nyaman dan efektif sesuai dengan kebutuhan.

D. BAGIAN-BAGIAN BREAST PUMP

Dikarenakan sudah banyak variasi alat Breast Pump Elektrik yang telah diproduksi, penulis akan mengambil contoh alat Breast Pump PHILIPS Avent tipe SCF391/11.

 




         a. Breast Pump PHILIPS Avent & Aksesoris     
                                  
 b. Unit Breast Pump

a. Bagian-bagian Unit Breast Pump :

1. Tombol ON/OFF

2. Tombol Level Stimulasi 

3. Tombol Pengaturan Intensitas

4. Indikator LED     

 

 

b. Aksesoris Tambahan

1. Bantalan payudara sekali pakai

2. Kit pemompaan ASI

3. Unit motor (Khusus untuk penggunaan alat dengan kabel)

4. Gelang perapat

5. Adaptor micro-USB (untuk penggunaan alat dengan kabel)

6. Botol Susu 4 oz

7. Dot Aliran Lambat

8. Tabung ASI

 

E. PENGOPERASIAN BREAST PUMP

1. Persiapan Alat


·        a. Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air


·         b. Dorong katup putih ke leher badan pompa sejauh mungkin


·         c. Kencangkan botol ke badan pompa


·         d. Tempatkan bantalan ke dalam corong badan pompa


·         e. Dorong bagian dalam bantalan ke dalam corong hingga mencapai garis indikator


·         f. Tekan bantalan dengan kuat di sekeliling tepinya, pastikan menutupi corong


·         g. Letakkan diafragma silikon di bagian atas badan pompa dan gunakan ibu jari untuk menutupnya dengan kuat


·         h. Pasang tabung dan tutupnya ke diafragma silikon


·         i. Sambungkan tabung ke unit alat

 


·         j. Sambungkan adaptor micro usb ke unit motor

 

2. Pemakaian Alat


·         a. Pasang pelindung payudara silikon pada pompa

·         b. Tempatkan pelindung silicon ke payudara

·         c. Duduk dalam posisi tegak



·         d. Atur gaya pemompaan agar bekerja dengan kecepatan yang tepat


·         e. Jika dirasa sudah cukup, akhiri proses pemompaan dengan mematikan pompa


·         f. Lepaskan pelindung silikon dari payudara


·         g. Gunakan tutup penyegel untuk menutup botol

 

F. PEMELIHARAAN ALAT

1. Setelah penggunaan, lepaskan semua komponen yang bersentuhan dengan ASI, seperti corong, katup, dan wadah. Cuci dengan air sabun hangat menggunakan sikat lembut. Bilas semua komponen dengan air bersih hingga tidak ada sisa sabun.

2. Untuk mensterilkan aksesoris seperti dot dan botol ASI, rebus semua komponen yang bersentuhan dengan ASI dalam panci berisi air mendidih selama 5 menit.

3. Gunakan kain lembut untuk membersihkan bagian luar motor dan selang. Jangan merendam atau mencuci bagian ini dalam air.

4. Pastikan semua komponen kering sebelum disimpan di tempat yang bersih dan terlindungi dari debu.

5. Secara berkala, periksa komponen seperti katup dan diafragma silikon. Jika ada kerusakan, segera ganti untuk memastikan pompa berfungsi dengan baik.

 

Dibuat oleh : 

Ryan Andrianto Rizki (P22040123054) 

Praktikum Peralatan Terapi I

DIPLOMA III Teknologi Elektromedis

Poltekkes Kemenkes Jakarta II

 

          

 

 

 

 

 


10 comments:

Menjamin Mutu dan Keamanan Alat Kesehatan Dengan Standar Pelayanan Elektromedik

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Halo para pegiat...